Uniknya Rumah Adat Toraja Dibalik Budaya yang Kental

By | 28 Mei 2017
Uniknya Rumah Adat Toraja Dibalik Budaya yang Kental

Tongkonan adalah sebutan dari rumah adat suku Toraja. Memiliki arsitekstur seni dan budaya yang masih kental dalam tiap bangunan tersebut. Uniknya rumah adat Toraja menarik perhatian para wisatawan untuk mengetahui dan mengenal lebih jauh budaya yang ada di tempat ini. Bentuk rumah adat ini melengkung dan menyerupai bentuk perahu. Asal muasal dari bentuk perahu didapat dari bentuk perahu zaman kerajaan Cina. Inilah yang membuat rumah adat ini menjadi khas dan mudah dikenal oleh masyarakat dengan sebutan rumah adat tongkonan Toraja.

Filosofi nama tongkonan sendiri berasal dari bahasa lokal suku Toraja yaitu tongkonan yang berarti duduk. Maksudnya, “duduk” dalam artian menempati suatu jabatan tertentu dalam sistem pemerintahan, kekuasaan, strata sosial pada lapisan masyarakat. Kepemilikan rumah adat ini bukan atas nama pribadi melainkan atas nama keluarga besar karena masyarakat suku Toraja menganggap rumah ini sebagai warisan dari para leluhur suku Toraja. Uniknya rumah adat Toraja membuat para wisatawan berdecak kagum.

Kegunaan tongkonan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat suku Toraja yaitu sebagai lumbung padi atau alang sura. Ibaratnya rumah adat Toraja sebagai ibu dan alang sura sebagai bapaknya. Barisan tongkonan dan alang saling berhadapan sama seperti sepasang suami istri yang membina rumah tangga dan saling melengkapi satu sama lain. Rumah adat tongkonan menghadap ke utara dan alang menghadap ke selatan.

Ciri khas rumah adat tongkonan terletak pada bentuk, lapisan, ukiran dinding, dan tanduk kerbau. Memiliki 3 lapisan dengan bentuk segiempat yang berarti empat peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia yakni kelahiran, kehidupan, pemujaan, dan kematian. Uniknya rumah adat Torajadilihat dari ukiran dindingnya yang terbuat dari tanah liat dengan variasi 4 warna dasar hitam, merah, kuning, dan putih dengan masing-masing warna mempunyai arti sendiri. Selain itu tanduk kerbau sebagai simbol kemewahan dan strata sosial. Semakin banyak tanduk kerbau yang ada dalam sebuah rumah maka semakin tinggi pula strata sosial yang didapat. Nilai budaya yang masih kental di rumah adat ini. Selamat menikmati keunikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *