CHENGWIN.COM

Uji Nyali Turut Tantangan Lahap 18 Dim Sum dalam 3 Menit

Persaingan ini digelar dengan nama Shaolin Dim Sum War

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar \\\’Shaolin Dim Sum War?\\\’ Jangan berdaya upaya, ini perang master kung fu yang akan saling melempar Dim Sum.

Baca Juga: temukan cara Praktis berbisnis Kuliner dengan Menggunakan Meja Promosi

Tak seperti namanya, \\\’perang\\\’ yang satu ini justru dijamin dapat bikin perut begah. Mengapa? Sebab dalam satu platter Dim Sum berukuran raksasa, para peserta yang ikut serta diwajibkan menghabiskan 18 aneka Dim Sum dalam waktu tiga menit. Lebih singkat tentu saja lebih bagus.

Baru di balik Shaolin Dim Sum War ini, orang yang ikut serta akan dinobatkan sebagai Fook Yew eating master. Bila seorang Kung Fu master bertengkar punya gerakan spesial, untuk eating master juga mempunyai gerakan spesial supaya dapat menumbangkan musuhnya,\\\”terang Cynthia Utami, Asisstant Brand Manager Fook Yew, di Grand Indonesia, Jakarta Sentra.
Dalam satu platter terdiri dari Chicken Siew Mai, Original Xiao Long Bao, Chicken Char Siu Bao, Classic Wo Tie, Deep Fried Prawn and Beancurd rolls.Tiap peserta akan ditutup matanya, menerapkan apron serta topi khas China. Hadiahnya malah pasti akan membikin tergiur, karcis pulang pergi ke Shanghai.
Beratensi ikut serta perlombaan ini, pastikan umur kalian antara 18 sampai 50 tahun, tak mempunyai penyakit keras seperti jantung atau alergi tertentu.Kecuali itu, untuk mereka pecinta Sushi, ini saatnya bagi kalian menandakan seberapa besar cinta kalian pada Sushi. Tantangan menumpuk piring setinggi-tingginya atau Stack up your plate ini akan menguji seberapa besar kapasitas perut untuk menampung kelezatan sushi dari yang dihidangkan di sushi belt.
Kian tinggi, kian besar peluang untuk memenangkan hadiah perjalanan pulang pergi ke Jepang.
\\\”Program ini menantang customer untuk menumpuk piring sushi belt setinggi-tingginya dalam waktu 10 menit. Boleh dihabisin sendiri atau minta bantuan sahabat, optimal empat orang,\\\”terang Tasylda Putri, Assistant Brand Manager SushiGroove.
Namun yang perlu diingat yaitu, untuk persaingan ini cuma diadakan di kafe yang mempunyai sushi belt. Adalah Grand Indonesia, Kota Kasablanka, dan Pondok Cantik Mal 2.

Berita perlombaan
Fook Yew dan Sushigroove
Program : Shaolin Dim Sum War dan Stack Up Your Plate
Harga : Rp95.000 (dim sum platter)
: Mulai dari Rp 12.000 (Harga pantas warna piring)

Andong, Gunung Surga Untuk Pendaki Pemula

Walau termasuk gunung yang memiliki ketinggian rendah, Gunung Andong begitu pas untuk pemula. Setiap akhir minggu, Gunung Andong begitu ramai dikunjungi beberapa pendaki dari beragam lokasi di Jawa Tengah. Gunung ini juga termasuk unik, lantaran dapat di nikmati oleh semuanya kelompok, muda-mudi, anak-anak, serta bahkan juga orang berumur senja dapat mampu menaiki puncak gunung itu.

view-gunung-andong

Dari puncak gunung, Anda dapat nikmati pemandangan alam Kota Salatiga serta Kabupaten Magelang. Gunung-gunung lain yang menjulang tinggi di sekelilingnya seakan jadi pembatas untuk mata untuk lihat panorama diatas ketinggian. Gunung Merbabu serta Gunung Merapi jadi pembatas terang di arah sang fajar terbit. Juga dari arah barat, gunung kembar, Sindoro serta Sumbing jadi batas pandangan. Cukup jauh memanglah jaraknya, namun gunung-gunung itu terlihat terang dihadapan mata.

Keindahan makin riil saat sang lazuardi terlihat di depan mata. Lantas fajar tiba serta sang mentari lahir dari cakrawala. Telah beberapa orang orang yang pernah berkunjung diatas puncak untuk menanti sang mentari lahir. Pas jam 06. 00 WIB, matahari memperlihatkan sinarnya.

indahnya-andong-saat-malam

Awan yang ada persis di segi gunung memberi kecantikan alam Andong. Sesudah senang mengabadikan photo, beberapa pendaki juga terlihat riang berfoto selfie. Langkah unik mengirim photo ke orang tersayang yang dapat ditiru dari sebagian pendaki ini yaitu dengan menulis pesan di selembar kertas. Selanjutnya berfoto bersama kertas tersebut.

Andong berikan pengalaman unik bagiku, ” kata Bayu Ren Warin (25), pelancong asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, saat selesai mendaki Minggu (5/4/2015).

NAZAR NURDIN “Sang mentari tunjukkan sinarnya diatas Gunung Andong, Kabupaten Magelang” Minggu (5/4/2015) pagi.

Sesudah berpuas mengabadikan diri, awan yang berkabut itu menutupi puncak gunung. Mereka yang sigap segera masuk ke tenda, beberapa lagi membereskan tenda untuk segera turun di base camp awal pendakian di Desa Sawit, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Tidak seperti saat naik mendaki yang membutuhkan waktu dua jam lamanya, waktu turun lebih cepat terhitung hanya memerlukan saat satu jam. Dalam perjalanan turun, kecantikan Andong selalu tampak. Hamparan rimba pinus temani perjalanan Anda saat mulai turun dari puncak. Beberapa pelancong juga setuju, Andong tawarkan pemandangan yang tidak sama di banding gunung lain.

Awan di sekitaran Andong begitu dekat. Itu yang lain dengan gunung yang lain, ” tutur Cahyono, pendaki asal Kota Semarang.

Cuma saja, seperti disibakkan pendaki asal Semarang, Cahyono, waktu mendaki dia agak sedikit jengkel. Sebab, waktu meraih puncak, ia berbarengan rombongan nyaris tak memperoleh tempat untuk membangun tenda. Jalur puncak sampai beberapa puluh mtr. tertutup oleh beberapa puluh tenda-tenda pelancong yang sudah tiba duluan di puncak.

Mereka juga pada akhirnya sukses membangun tempat berteduh walau dengan tempat terbatas. Tadi malam begitu sangat ramai. Kami nyaris tak memperoleh tempat untuk membangun tenda, ” timpal Ulum, rekanan Cahyono.

Scroll To Top