CHENGWIN.COM

Mengenal Tentang Alat Spirometer, Fungsi Dan Cara Kerjanya

jual spirometer bekas

Spirometer ialah salah satu jenis alat kesehatan yang berguna untuk mengukur aliran udara yang masuk serta keluar dari paru-paru. Prinsip kerja spirometer ialah memakai prinsip hukum archimedes, dimana saat spirometer ditiup maka tabung yang terisi udara akan naik turun karena terdapat dorongan yang disebabkan oleh udara yang masuk ke spirometer. Hasil pengukurannya akan dicatat dalam bentuk grafik volume per waktu.

jual spirometer bekas

Selain itu dalam kerjanya spirometer juga memakai hukum newton pada bagian katrolnya yang kemudian disambungkan pada bandul yang bisa bergerak naik turun. Dan bandul inilah yang dihubungkan pada alat pencatat yang bergerak diatas silinder berputar.

Alat ini biasa digunakan di klinik dan rumah sakit. Spirometer juga kini banyak tersedia hampir disemua toko alat kesehatan, mereka biasanya selain jual spirometer baru, juga jual spirometer bekas namun masih tetap berkualitas.

Cara kerja spirometer sendiri terbilang mudah, sesorang yang akan diperiksa hanya diminta bernafas (menarik nafas dan menghembuskan nafas ke spirometer) dengan hidung ditutup. Tabung yang terdapat udara di dalamnya nanti akan bergerak naik dan turun, sementara pada bagian drum pencatat akan bergerak memutar mirip dengan gerakan jarum jam lalu pencatat akan menampilkan hasilnya sesuai dengan gerak tabung yang berisi udara.

Pada saat istirahat, spirometer akan menunjukan kadar udara paru-paru 500 ml. Kondisi seperti ini disebut tidal volume. Pada awal dan akhir pernafasan ada kondisi reserve, di awal suatu inspirasi ada suatu usaha mengisi paru-paru dengan udara, udara tambahan ini dinamakan dengan inspiratory reserve volume, dengan jumlah sekitar 3.000 ml.

Demikian juga diakhir dari suatu respirasi, usaha dengan tenaga agar mengeluarkan udara dari paru-paru, udara ini dinamakan dengan expiratory reserve volume dengan jumlahnya sekitar kurang lebih 1.100 ml.

Udara yang tersisa di paru-paru dan tidak ikut keluar sesudah ekspirasi secara normal dinamakan fungtional residual capacity. Seorang yang bernapas dalam kondisi inspirasi ataupun ekspirasi, kedua kondisi yang ekstrim ini disebut vital capacity. Di saat kondisi sedang normal, vital capacity akan berjumlah 4.500 ml.

Dalam situasi apapun paru-paru dipastikan tetap mengandung udara yang disebut dengan istilah residual volume, kurang lebih 1.000 ml pada orang dewasa. Untuk mengecek ada tidaknya residual volume, pasien akan diminta untuk bernafas dengan mencampurkan udara dengan helium, lalu dilakukan pengukuran fraksi helium ketika ekspirasi. Pasien akan diminta bernafas dalam waktu semenit yang disebut respiratory minute volume.

Kapasitas maksimal volume udara yang bisa dihirup dalam waktu 15 menit disebut maximum voluntary ventilation. Maksimum ekspirasi sesudah maksimum inspirasi berguna sekali untuk mengecek penderita emphysema dan penyakit obstruksi saluran pernafasan. Penderita normal bisa mengeluarkan udara sekitar 70% dari vital capacity selama 0.5 detik. 85% dalam sedetik; 94% dalam dua detik; 97% dalam tiga detik. Normal peak flow rate adalah pada kisaran 350-500 liter/menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll To Top